Selasa, 18 Maret 2014



MAKALAH MANAJEMEN TERBITAN BERKALA
PENGATALOGAN
Dosen Pengampu : Rudianto, S.IP


Disusun oleh Kelompok III :
Amir Mahrufy
Badria Munawarah
Laila Majnun

JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ADAB-SASTRA DAN KEBUDAYAAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2014


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun Makalah Sumber dan Jasa Rujukan dengan judul “Pengatalogan. Makalah ini berisi penjelasan tentang pengertian katalog, Jenis-jenis katalog, fungsi dan kegunaan k katalog.
Selama penulisan makalah ini, penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan atau kesalahan penulisan kata. Oleh karena itu penulis banyak membutuhkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Terima kasih.
                                                                

                                                                                                                                                                                                                          










 Jambi, 13 Maret 2014


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 2
2.1 Pengertian Pengatalogan ............................................................. 2
2.2 Jenis-jenis Katalog ....................................................................... 3
2.3 Tujuan Katalog ............................................................................ 5
2.4 Fungsi Katalog.............................................................................. 5    
2.5 Bentuk Katalog...............................................................................6
BAB III PENUTUP....................................................................................... 10
2.6 Kesimpulan.................................................................................... 10
2.7 Saran.............................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Dalam sejarah kepustakawan, katalogisasi atau pengkatalogan (cataloguing, catalogieseren) merupakan ketrampilan yang sudah berusia berabad-abad. Ketika pertama kali dibuat, katalog berfungsi sebagai senarai inventaris, kemudian fungsi ini diperluas sebagai sarana untuk membantu mengetahui lokasi buku. Dengan berkembangnya fungsi katalog maka data yang dimasukkan dalam katalog pun akan bertambah.
Pemakai perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan untuk mencari rekreasional atau informasi dan melakukan penelitian sebagai alat bantu belajar maupun kegiatan lainnya. Mungkin saja pemakai tidak dapat menemukan buku yang diinginkannya dalam rak. Untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan diperlukan alat bantu yang disebut katalog perpustakaan. Jadi, katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Daftar menunjukkan adanya susunan menurut prinsip tertentu sedangkan buku mencakup arti buku dalam arti luas.[1]
1.2   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah serta pertanyaan yang akan di jawab antara lain :
1.      Apa yang dimaksud dengan pengatalogan ?
2.      Sebutkan jenis-jenis Katalog ?
3.      Sebutkan tujuan katalog ?
4.      Sebutkan fungsi katalog dan sebutkan bentuk katalog ?
1.3   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yakni :
1.      Mengetahui pengertian dari pengatalogan.
2.      Mengetahui jenis-jenis katalog.
3.      Mengetahui tujuan katalog
4.      Mengetahui fungsi katalog dan sebutkan bentuk katalog.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pengatalogan
Pengatalogan berasal dari kata catalog. Catalog ialah daftar bahan perpustakaan atau buku yang terdapat disebuah tempat.  Pengkatalogan artinya proses membuat catalog. Dalam beberapa bukun dikenal pula dengan istilah pengatalogan (di sini bentuk kata catalog telah luluh sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia) katalogisasi (sebagai alih bahasa istilah istilah “catalogisering dari bahasa Belanda) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan nama “cataloguing”. Dalam kaitannya dengan kegiatan pengkatalogan, anda akan menjumpai istilah pengkatalogan deskriptif yang berarti menyediakan informasi bibliografis pada catalog. Dalam pengkatalogan deskriptif yang dimuat lazimnya ialah nama pengarang, judul, edisi, kota terbit, nama penerbit, tahun terbit, keterangan fisik termasuk tinggi buku, keterangan seri serta keterangan lain yang dianggap perlu. Dalam pengkatalogan deskriptif tidak termasuk kegiatan pencantuman nomor klasifikasi buku menurut subjek buku. [2]

Sedangkan arti Katalog itu sendiri berasal dari bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah katalog itu sendiri berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata bermakna sarana atau menurut, sedangkan logos memiliki berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog dari segi kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menuruit cara yang masuk akal. Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya berdasarkan kata demi kata.(strout 1957)

Katalog merupakan istilah umum yang sering diartikan sebagai suatu barang atau benda yang terdapat pada tempat tertentu. Sebagai istilah umum katalog ini sering di jumpai pada penerbit, tempat pameran, toko buku, perpustakaan, atau bahkan supermarket sekalipun. Katalog-katalog tersebut biasanya memuat informasi-informasi daftar bahan pustaka yang telah atau akan diterbitkan oleh suatu atau beberapa penerbit yang berisi informasi tentang pengarang, judul bahan pustaka, edisi, tahun terbit, dan harga dari bahan pustaka tersebut.[3]
Dalam kaitannya dengan perpustakaan, katalog berarti adalah daftar bahan pustaka baik berupa buku maupun non-buku seperti majalah surat kabar, microfilm, slide dan lain-lain yang dimiliki dan tersimpan pada suatu atau sekelompok perpustakaan. Dalam katalog perpustakaan tercantum informasi-informasi penting dari suatu bahan pustaka yang biasanya dipakai  oleh pengunjung perpustakaan sebagai bahan informasi, yang menyangkut fisik bahan pustaka, nama pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, penerbit, tahun terbit, subjek bahasan, ISBN, dan lain-lain.[4]
Dua kata kunci yang perlu dipahami dari arit katalog ini yaitu[5] :
·         Merupakan daftar buku atau dokumen
·         Buku atau dokumen yang didaftar itu harus terdapat pada suatu tempat, dalam hal ini perpustakaan atau pusat informasi.

     2.2 Jenis-Jenis Katalog
A. katalog menurut jenisnya :
1.      katalog pengarang ( yang digunakan sebagai main entri nya:pengarang)
2.      katalog judul ( yang digunakan sebagai main entri nya : judul buku )
3.      katalog subyek ( yang digunaka sebagai main entri nya : subyek buku )
4.      katalog self list / katalog induk (katalog yang disimpan oleh pustakawan)[6]

B. katalog menurut bentuknya :
1.Katalog berkas
2.katalog Buku
3.Katalog Kartu [7]

C. Jenis Katalog yang sering ditemui Diperpustakaan :
1. Katalog Nasional
Katalog Nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada suatu lokasi dan perpustakaan tertentu. Biasanya katalog seperti ini Diterbitkan oleh perpustakaan nasional suatu negara. Demikian pula dengan koleksi yang di daftar di dalamnya.
2. Katalog Induk
Katalog jenis ini mendaftar buku-buku yang ada dibeberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama, seperti kerjasama pelayanan dan sebagainya.
3. Katalog Penerbit/Toko Buku
Adalah daftar buku yang diterbitkan atau dijual oleh suatu penerbit/toko buku. Fungsi katalog ini adalah sebagai sarana promosi bagi penerbit/toko buku.
4. Daftar tambahan buku dan Majalah
Adalah suatu terbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk membantu kepada pengguna perpustakakaan itu, termasuk perpustakaan lain adanya buku-buku dan majalah yang baru diterima perpustakaan itu.


5. Katalog Perpustakaan
Katalog jenis ini paling banyak berbentuk kartu sehingga ada anggapan bahwa yang bernama katalog adalah selalu berupa kartu. Padahal katalog itu juga dapat bebentuk buku dan OPAC.[8]
2.3  Tujuan Katalog
Menurut Sulistyo-Basuki (1991) tujuan dari Katalog adalah sebagai berikut:
·         Memungkinkan seorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya.
·         Menunjukan buku yang dimiliki perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam jenis literatur tertentu.
·         Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik).
2.4    Fungsi Katalog.
Fungsi katalog bagi perpustakaan antara lain :
  1. Sebagai hasil pencatatan/daftar inventaris dari koleksi yang ada di perpustakaan.
  2. Alat untuk mempermudah temu kembali informasi bahan pustaka yang dicari.
  3. Sebagai alat bantu di dalam memilih bahan pustaka dalam hal yang berkaitan dengan edisinya, kepengarangannya dan sebagainya.
  4. Menyusun nama pengarang sedemikian rupa sehingga karya seseorang dengan berbagai judul yang berbeda dapat diletakan secara berdekatan.
  5. Mencatat nomor panggil (call number) untuk menunjukkan di mana bahan pustaka itu berada/ tersimpan pada rak /file.
“Sedangkan menurut Ir.Abdur Rahman Saleh. Dip.Lib., M.Sc. dan Ir. Janti G. Surjana, MA. Dalam bukunya ‘Pengantar Perpustakaaan’ mengemukakan bahwa Manfaat katalog antara lain :
a.       Sebagai sarana untuk mengetahui. Buku-buku apa saja yang ada pada sebuah perpustakaan
b.      Untuk mengetahui buku-buku apa yang ada diperpustakaan lain
c.       Untuk mengetahui buku-buku apa yang beredar di pasaran
d.      Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan disuatu negara
e.       Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan
f.       Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/penerbit.[9]
 2.5      Bentuk Katalog
Bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami  perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan dari masa ke masa.  Perkembangan katalog terlihat dari bentuk fisiknya yang dapat dikelompokkan :
1. Katalog berbentuk buku (book catalog)
Katalog berbentuk buku, katalog tersebut sering juga disebut katalog tercetak (printed catalog).  Keuntungan dari katalog berbentuk buku adalah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan pada berbagai tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain.
Kelebihan dari katalog buku ini adalah entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya, mudah menanganinya, bentuknya ringkas dan rapi.
Kelemahan dari katalog/indeks berbentuk buku adalah  cepat usang atau ketinggalan jaman.  Hal itu terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berarti katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat suplemen.  Dengan demikian, katalog berbentuk buku ini tidak luwes.  Biaya pembuatan berbentuk buku cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah, katalog berbentuk buku cenderung ditinggalkan oleh perpustakaan dan beralih ke katalog kartu.
2. Katalog Kartu (card catalog)
Bentuk katalog kartu masih banyak digunakan di perpustakaan hingga saat ini.  Keuntungan dari katalog kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada.
Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar.  Kelemahannya ialah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga Pemustaka (user) sering harus antri menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya.
Katalog berbentuk kartu  telah lama digunakan di perpustakaan, katalog tersebut disimpan pada laci-laci katalog, katalog tersebut terbagi dengan berbagai susunan yang digolongkan dalam 3 golongan besar yaitu :
a. Katalog abjad.
Yaitu katalog yang disusun berdasarkan urutan abjad dari nama pengarang, subjek dan judul dalam satu urutan secara alfabetis.
Selaras dengan perkembangan perpustakaan yang semakin maju katalogpun sebagai bagian dari sistem perpustakaan semakin maju pula. Hal itu nampak pada perkembanganbentuk fisik katalog. Dilihat dari perkembangannya fisik, katalog dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu[10] :
a.       Katalog Buku
Katalog dalam bentuk buku merupakan katalog perpustakaan yang sudah lama dikenal masyarakat.  Memuat Bentuknya seperti buku yang terdiri atas sejumlah halaman yang masing-masing halamannya dapat memuat data-data katalog yang dicetak dengan mesin cetak atau dengan mesin yang lainnya. Kalau sekarang katalog bentuk buku hampir sama dengan kamus yang banyak kita kenal.
Keuntungan katalog buku diantaranya dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan, serta dapat diletakkan pada berbagai tempat. Sedangkan kerugiannya ialah setiap kali perpustakaan memperoleh bahan pustaka yang baru tidak bisa dimasukkan pada data-data yang telah tercetak pada katalog sebelumnya. Hal ini biasanya diatasi dengan membuat suplemen katalog, namun cara ini pun tidak bisa mengejar pertumbuhan buku. Oleh karena itulah katalog perpustakaan dalam bentuk buku sudah jarang kita temukan pada perpustakaan-perpustakaan.

b.      Katalog Berkas
Katalog berkas merupakan perkembangan lebih lanjut dari katalog buku . bentuk katalog berkas yaitu berupa lembaran dari kertas atau kartu ukuran 7,5 x 12,5 atau 10 x 15 cm. masing-masing lembar berisi data-data katalog. Untuk menyatukan lembaran-lembaran lepas tersebut biasanya pada bagian kiri dari lembaran tersebut diberi lubang kemudian diikat menjadi satu. Atau tidak jarang juga disatukan dengan penjepit khusus. Untuk menguatkan katalog berkas biasanya pada bagian depan dan belakang dilindungi dengan karton tebal. Setiap lembar katalog berkas memuat satu data, masing-masing berkas berisi 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjepit/terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
Keuntungan dari katalog berkas diantaranya praktis, pemakai tidak perlu berdesakan bila ingin menggunakan katalog, karena masing-masing pemakai cukup mengambil berkas yang diperlukannya. Kerugian-kerugiannya ialah penyisipan data katalog baru memerlukan kerja keras karena membuka penjepit atau jilid.

c.       Katalog Kartu
Katalog dalam bentuk kartu merupakan perkembangan lebih lanjut dari katalog berkas. Katalog ini dibuat dalam bentuk kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm. Dengan ketebalan 0,025 cm (kurang lebih sama dengan karton manila). Setiap kartu berisi satu data katalog.
Keuntungan menggunakan katalog kartu diantaranya bersifat praktis, penambahan data katalog tidak mengalami kesulitan karena katalog baru tinggal menyisipkannya saja pada susunan katalog yang sudah ada sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Kerugiannya ialah pemakai harus antri dalam menggunakannya karena kartu katalog disimpan pada suatu tempat (laci katalog) dan setiap kartu hanya memuat satu data katalog saja.

d.      Katalog Terkomputerisasi (OPAC)
Katalog berbentuk komputer adalah katalog dalam bentuk pangkalan data komputer, data bibliografi sebuah perpustakaan dimasukkan dalam komputer dan dapat ditelusur dengan cepat menggunakan program khusus.
Katalog ini sering disebut dengan OPAC (Online Public Access Catalogue). Pada umumnya program aplikasi yang digunakan diperpustakaan seperti CDS/ISIS, inmagic, VTLS, Tinlib, Senayan, SIPUS, dll.[11]




BAB III
              PENUTUP

2.6  Kesimpulan
Pengatalogan berasal dari kata catalog. Catalog ialah daftar bahan perpustakaan atau buku yang terdapat disebuah tempat.  Pengkatalogan artinya proses membuat catalog. Sedangkan Jenis-Jenis Katalog antara lain : katalog pengarang, katalog judul, katalog subyek, katalog self list / katalog induk . Tujuan katalog adalah : Memungkinkan seorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya, Menunjukan buku yang dimiliki perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam jenis literatur tertentu, Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik).
Fungsi katalog adalah : Sebagai sarana untuk mengetahui. Buku-buku apa saja yang ada pada sebuah perpustakaan, Untuk mengetahui buku-buku apa yang ada diperpustakaan lain, Untuk mengetahui buku-buku apa yang beredar di pasaran, Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan disuatu negara, Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan, Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/penerbit. Bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami  perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan dari masa ke masa. 

2.7 Saran
Kami selaku kelompok 3 pembuat makalah menyadari bahwa pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan itu semua karena keterbatasan referensi yang kami miliki,  kami mengharapkan kritik dan saran dari teman – teman serta dosen pembimbing agar kedepannya kami dalam pembuatan makalah bisa lebih baik lagi.



DAFTAR PUSTAKA


Abdul Rahman Saleh, Janti G Sujana. 2009. Pengantar Kepustakaan. Sagung Seto : Jakarta.
Ibrahim Bafadal. 2008. Perpustakaan sekolah. Bumi Aksara Jakarta.
F, Rahayuningsih. 2007. Pengelolaan Perpustakaan. Graha Ilmu : Yogyakarta.
Lasa, HS. 2008. Manajemen Perpustakaan. Gama Media : Yogyakarta.
Yahya, Suhendar. 2010. Pedoman Katalogisasi : Cara Mudah Membuat Katalog Perpustakaan. Kencana : Jakarta.




[1] Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta, 1991, Hlm 315
[3] Yahya Suhendar, Pedoman Katalogisasi, Jakarta, 2010, Hlm 1
[4] Pawit M Yusuf, Yahya Suhendar, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Jakarta, 2010, Hlm 45-46
[5] Abdul Rahman Saleh, Janti G Sujana, Pengantar Kepustakaan. Jakarta, 2009, Hlm 55
[7] Ibrahim Bafadal. 2008. Perpustakaan sekolah. Bumi Aksara Jakarta.

[8] Abdul Rahman Saleh, Janti G Sujana. 2009. Pengantar Kepustakaan. Sagung Seto : Jakarta.

[9] Abdul Rahman Saleh, Janti G Sujana. 2009. Pengantar Kepustakaan. Sagung Seto : Jakarta.
[10] Suharyandi, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Surakarta, 2002, Hlm 94-95
[11] Lasa HS, Manajemen Perpustakaan, Yogyakarta, 2008, Hlm 253

Tidak ada komentar:

Posting Komentar