MAKALAH MANAJEMEN TERBITAN BERKALA
“PENGATALOGAN”
Dosen Pengampu : Rudianto, S.IP
Disusun
oleh Kelompok III :
Amir Mahrufy
Badria
Munawarah
Laila Majnun
JURUSAN ILMU
PERPUSTAKAAN
FAKULTAS
ADAB-SASTRA DAN KEBUDAYAAN ISLAM
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyusun Makalah Sumber dan Jasa Rujukan dengan judul “Pengatalogan”. Makalah
ini berisi penjelasan tentang pengertian katalog, Jenis-jenis katalog, fungsi dan kegunaan k katalog.
Selama penulisan makalah ini,
penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan atau kesalahan penulisan kata. Oleh
karena itu penulis banyak membutuhkan bimbingan dan bantuan dari berbagai
pihak. Terima kasih.
Jambi, 13 Maret 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1
Latar Belakang............................................................................. 1
1.2
Rumusan Masalah........................................................................ 1
1.3
Tujuan Penulisan.......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 2
2.1
Pengertian Pengatalogan ............................................................. 2
2.2 Jenis-jenis Katalog ....................................................................... 3
2.3 Tujuan Katalog ............................................................................ 5
2.4 Fungsi Katalog.............................................................................. 5
2.5
Bentuk Katalog...............................................................................6
BAB III PENUTUP....................................................................................... 10
2.6 Kesimpulan.................................................................................... 10
2.7 Saran.............................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam
sejarah kepustakawan, katalogisasi atau pengkatalogan (cataloguing,
catalogieseren) merupakan ketrampilan yang sudah berusia berabad-abad.
Ketika pertama kali dibuat, katalog berfungsi sebagai senarai inventaris,
kemudian fungsi ini diperluas sebagai sarana untuk membantu mengetahui lokasi
buku. Dengan berkembangnya fungsi katalog maka data yang dimasukkan dalam
katalog pun akan bertambah.
Pemakai
perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan untuk mencari rekreasional atau
informasi dan melakukan penelitian sebagai alat bantu belajar maupun kegiatan
lainnya. Mungkin saja pemakai tidak dapat menemukan buku yang diinginkannya
dalam rak. Untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan diperlukan
alat bantu yang disebut katalog perpustakaan. Jadi, katalog perpustakaan
adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Daftar
menunjukkan adanya susunan menurut prinsip tertentu sedangkan buku mencakup
arti buku dalam arti luas.[1]
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah serta
pertanyaan yang akan di jawab antara lain :
1. Apa
yang dimaksud dengan pengatalogan ?
2. Sebutkan jenis-jenis Katalog ?
3. Sebutkan tujuan katalog ?
4. Sebutkan fungsi katalog dan sebutkan bentuk katalog ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan penulisan makalah ini yakni :
1.
Mengetahui
pengertian dari pengatalogan.
2.
Mengetahui
jenis-jenis katalog.
3. Mengetahui
tujuan katalog
4.
Mengetahui
fungsi katalog dan sebutkan bentuk katalog.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pengatalogan
Pengatalogan berasal
dari kata catalog. Catalog ialah daftar bahan perpustakaan atau buku yang
terdapat disebuah tempat. Pengkatalogan artinya
proses membuat catalog. Dalam beberapa bukun dikenal pula dengan istilah
pengatalogan (di sini bentuk kata catalog telah luluh sesuai dengan kaidah
Bahasa Indonesia) katalogisasi (sebagai alih bahasa istilah istilah
“catalogisering dari bahasa Belanda) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut
dengan nama “cataloguing”. Dalam kaitannya dengan kegiatan pengkatalogan, anda
akan menjumpai istilah pengkatalogan deskriptif yang berarti menyediakan
informasi bibliografis pada catalog. Dalam pengkatalogan deskriptif yang dimuat
lazimnya ialah nama pengarang, judul, edisi, kota terbit, nama penerbit, tahun
terbit, keterangan fisik termasuk tinggi buku, keterangan seri serta keterangan
lain yang dianggap perlu. Dalam pengkatalogan deskriptif tidak termasuk
kegiatan pencantuman nomor klasifikasi buku menurut subjek buku. [2]
Sedangkan arti
Katalog itu
sendiri berasal dari bahasa Indonesia berasal
dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta Catalogue dari bahasa
Inggris. Istilah katalog itu sendiri berasal dari frase Yunani Katalogos.
Kata bermakna sarana atau menurut, sedangkan logos memiliki berbagai
arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog dari segi kata
bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menuruit cara yang masuk akal.
Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya berdasarkan kata demi kata.(strout
1957)
Katalog
merupakan istilah umum yang sering diartikan sebagai suatu barang atau benda
yang terdapat pada tempat tertentu. Sebagai istilah umum katalog ini sering di
jumpai pada penerbit, tempat pameran, toko buku, perpustakaan, atau bahkan
supermarket sekalipun. Katalog-katalog tersebut biasanya memuat
informasi-informasi daftar bahan pustaka yang telah atau akan diterbitkan oleh
suatu atau beberapa penerbit yang berisi informasi tentang pengarang, judul
bahan pustaka, edisi, tahun terbit, dan harga dari bahan pustaka tersebut.[3]
Dalam
kaitannya dengan perpustakaan, katalog berarti adalah daftar bahan pustaka baik
berupa buku maupun non-buku seperti majalah surat kabar, microfilm, slide dan
lain-lain yang dimiliki dan tersimpan pada suatu atau sekelompok perpustakaan.
Dalam katalog perpustakaan tercantum informasi-informasi penting dari suatu
bahan pustaka yang biasanya dipakai oleh
pengunjung perpustakaan sebagai bahan informasi, yang menyangkut fisik bahan
pustaka, nama pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, penerbit, tahun terbit,
subjek bahasan, ISBN, dan lain-lain.[4]
Dua
kata kunci yang perlu dipahami dari arit katalog ini yaitu[5] :
·
Merupakan daftar buku
atau dokumen
·
Buku atau dokumen yang
didaftar itu harus terdapat pada suatu tempat, dalam hal ini perpustakaan atau
pusat informasi.
2.2 Jenis-Jenis Katalog
A. katalog menurut jenisnya :
1.
katalog pengarang ( yang digunakan sebagai main entri nya:pengarang)
2.
katalog judul ( yang digunakan sebagai main entri nya : judul buku )
3.
katalog subyek ( yang digunaka sebagai main entri nya : subyek buku )
4.
katalog self list / katalog induk (katalog yang disimpan oleh pustakawan)[6]
B. katalog menurut bentuknya :
1.Katalog
berkas
2.katalog
Buku
3.Katalog
Kartu [7]
C. Jenis
Katalog yang sering ditemui Diperpustakaan :
1. Katalog Nasional
Katalog Nasional adalah katalog yang memuat informasi
mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada suatu
lokasi dan perpustakaan tertentu. Biasanya katalog seperti ini Diterbitkan oleh
perpustakaan nasional suatu negara. Demikian pula dengan koleksi yang di daftar
di dalamnya.
2. Katalog Induk
Katalog jenis ini mendaftar buku-buku yang ada dibeberapa
perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama, seperti kerjasama
pelayanan dan sebagainya.
3. Katalog Penerbit/Toko Buku
Adalah daftar buku yang diterbitkan atau dijual oleh
suatu penerbit/toko buku. Fungsi katalog ini adalah sebagai sarana promosi bagi
penerbit/toko buku.
4. Daftar tambahan buku dan Majalah
Adalah suatu terbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan
untuk membantu kepada pengguna perpustakakaan itu, termasuk perpustakaan lain
adanya buku-buku dan majalah yang baru diterima perpustakaan itu.
5. Katalog Perpustakaan
Katalog jenis ini paling banyak berbentuk kartu sehingga
ada anggapan bahwa yang bernama katalog adalah selalu berupa kartu. Padahal
katalog itu juga dapat bebentuk buku dan OPAC.[8]
2.3 Tujuan Katalog
Menurut Sulistyo-Basuki (1991)
tujuan dari Katalog adalah sebagai berikut:
·
Memungkinkan seorang menemukan
sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya.
·
Menunjukan buku yang dimiliki
perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam
jenis literatur tertentu.
·
Membantu dalam pemilihan buku
berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan
topik).
2.4 Fungsi Katalog.
Fungsi katalog bagi perpustakaan
antara lain :
- Sebagai hasil pencatatan/daftar inventaris dari koleksi yang ada di perpustakaan.
- Alat untuk mempermudah temu kembali informasi bahan pustaka yang dicari.
- Sebagai alat bantu di dalam memilih bahan pustaka dalam hal yang berkaitan dengan edisinya, kepengarangannya dan sebagainya.
- Menyusun nama pengarang sedemikian rupa sehingga karya seseorang dengan berbagai judul yang berbeda dapat diletakan secara berdekatan.
- Mencatat nomor panggil (call number) untuk menunjukkan di mana bahan pustaka itu berada/ tersimpan pada rak /file.
“Sedangkan
menurut Ir.Abdur Rahman Saleh. Dip.Lib., M.Sc. dan Ir. Janti G. Surjana, MA.
Dalam bukunya ‘Pengantar Perpustakaaan’ mengemukakan bahwa Manfaat katalog
antara lain :
a.
Sebagai sarana untuk mengetahui.
Buku-buku apa saja yang ada pada sebuah perpustakaan
b.
Untuk mengetahui buku-buku apa
yang ada diperpustakaan lain
c.
Untuk mengetahui buku-buku apa
yang beredar di pasaran
d.
Untuk mengetahui buku-buku apa
saja yang ada dan diterbitkan disuatu negara
e.
Sebagai sarana pemilihan koleksi
untuk perpustakaan
f.
Sebagai sarana promosi buku bagi
toko buku/penerbit.[9]
2.5 Bentuk Katalog
Bentuk katalog
yang digunakan di perpustakaan mengalami perubahan-perubahan atau
perkembangan-perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog
terlihat dari bentuk fisiknya yang dapat dikelompokkan :
1. Katalog berbentuk buku (book
catalog)
Katalog
berbentuk buku, katalog tersebut sering juga disebut katalog tercetak (printed
catalog). Keuntungan dari katalog berbentuk buku adalah dapat dicetak
sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan pada berbagai tempat, dan mudah
disebarluaskan ke perpustakaan lain.
Kelebihan dari
katalog buku ini adalah entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan
dengan cepat, mudah menyimpannya, mudah menanganinya, bentuknya ringkas dan
rapi.
Kelemahan dari
katalog/indeks berbentuk buku adalah cepat usang atau ketinggalan
jaman. Hal itu terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku
baru, berarti katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau
setidak-tidaknya membuat suplemen. Dengan demikian, katalog berbentuk
buku ini tidak luwes. Biaya pembuatan berbentuk buku cenderung lebih
mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah, katalog berbentuk
buku cenderung ditinggalkan oleh perpustakaan dan beralih ke katalog kartu.
2. Katalog Kartu (card catalog)
Bentuk katalog
kartu masih banyak digunakan di perpustakaan hingga saat ini. Keuntungan
dari katalog kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku
baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat
disisipkan pada jajaran kartu yang ada.
Penggunaan
katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran
listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan
terbakar. Kelemahannya ialah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis
entri saja, sehingga Pemustaka (user) sering harus antri menggunakannya
jika berada pada jumlah yang besar, karena harus memilah-milah jajaran kartu
sesuai urutan indeksnya.
Katalog
berbentuk kartu telah lama digunakan di perpustakaan, katalog tersebut
disimpan pada laci-laci katalog, katalog tersebut terbagi dengan berbagai
susunan yang digolongkan dalam 3 golongan besar yaitu :
a. Katalog abjad.
Yaitu katalog
yang disusun berdasarkan urutan abjad dari nama pengarang, subjek dan judul
dalam satu urutan secara alfabetis.
Selaras
dengan perkembangan perpustakaan yang semakin maju katalogpun sebagai bagian dari
sistem perpustakaan semakin maju pula. Hal itu nampak pada perkembanganbentuk
fisik katalog. Dilihat dari perkembangannya fisik, katalog dapat dibedakan
menjadi 4 macam, yaitu[10] :
a. Katalog
Buku
Katalog
dalam bentuk buku merupakan katalog perpustakaan yang sudah lama dikenal
masyarakat. Memuat Bentuknya seperti
buku yang terdiri atas sejumlah halaman yang masing-masing halamannya dapat
memuat data-data katalog yang dicetak dengan mesin cetak atau dengan mesin yang
lainnya. Kalau sekarang katalog bentuk buku hampir sama dengan kamus yang
banyak kita kenal.
Keuntungan
katalog buku diantaranya dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan, serta dapat
diletakkan pada berbagai tempat. Sedangkan kerugiannya ialah setiap kali
perpustakaan memperoleh bahan pustaka yang baru tidak bisa dimasukkan pada
data-data yang telah tercetak pada katalog sebelumnya. Hal ini biasanya diatasi dengan membuat suplemen katalog,
namun cara ini pun tidak bisa mengejar pertumbuhan buku. Oleh karena itulah
katalog perpustakaan dalam bentuk buku sudah jarang kita temukan pada
perpustakaan-perpustakaan.
b. Katalog
Berkas
Katalog
berkas merupakan perkembangan lebih lanjut dari katalog buku . bentuk katalog
berkas yaitu berupa lembaran dari kertas atau kartu ukuran 7,5 x 12,5 atau 10 x
15 cm. masing-masing lembar berisi data-data katalog. Untuk menyatukan
lembaran-lembaran lepas tersebut biasanya pada bagian kiri dari lembaran
tersebut diberi lubang kemudian diikat menjadi satu. Atau tidak jarang juga
disatukan dengan penjepit khusus. Untuk menguatkan katalog berkas biasanya pada
bagian depan dan belakang dilindungi dengan karton tebal. Setiap lembar katalog
berkas memuat satu data, masing-masing berkas berisi 500 hingga 600 lembar.
Berkas yang sudah terjepit/terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
Keuntungan
dari katalog berkas diantaranya praktis, pemakai tidak perlu berdesakan bila
ingin menggunakan katalog, karena masing-masing pemakai cukup mengambil berkas
yang diperlukannya. Kerugian-kerugiannya ialah penyisipan data katalog baru
memerlukan kerja keras karena membuka penjepit atau jilid.
c. Katalog
Kartu
Katalog
dalam bentuk kartu merupakan perkembangan lebih lanjut dari katalog berkas.
Katalog ini dibuat dalam bentuk kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm. Dengan ketebalan
0,025 cm (kurang lebih sama dengan karton manila). Setiap kartu berisi satu
data katalog.
Keuntungan
menggunakan katalog kartu diantaranya bersifat praktis, penambahan data katalog
tidak mengalami kesulitan karena katalog baru tinggal menyisipkannya saja pada
susunan katalog yang sudah ada sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Kerugiannya ialah pemakai harus antri dalam menggunakannya karena kartu katalog
disimpan pada suatu tempat (laci katalog) dan setiap kartu hanya memuat satu
data katalog saja.
d. Katalog
Terkomputerisasi (OPAC)
Katalog
berbentuk komputer adalah katalog dalam bentuk pangkalan data komputer, data
bibliografi sebuah perpustakaan dimasukkan dalam komputer dan dapat ditelusur
dengan cepat menggunakan program khusus.
Katalog
ini sering disebut dengan OPAC (Online Public Access Catalogue). Pada
umumnya program aplikasi yang digunakan diperpustakaan seperti CDS/ISIS,
inmagic, VTLS, Tinlib, Senayan, SIPUS, dll.[11]
BAB III
PENUTUP
2.6 Kesimpulan
Pengatalogan
berasal dari kata catalog. Catalog ialah daftar bahan perpustakaan atau buku
yang terdapat disebuah tempat. Pengkatalogan artinya
proses membuat catalog. Sedangkan
Jenis-Jenis Katalog antara lain : katalog
pengarang, katalog judul, katalog subyek, katalog self list / katalog induk .
Tujuan katalog adalah : Memungkinkan seorang menemukan
sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya, Menunjukan buku yang dimiliki
perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam
jenis literatur tertentu, Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya
dan berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik).
Fungsi katalog
adalah : Sebagai sarana untuk mengetahui. Buku-buku apa saja yang ada pada
sebuah perpustakaan, Untuk
mengetahui buku-buku apa yang ada diperpustakaan lain, Untuk mengetahui buku-buku apa yang beredar di pasaran, Untuk mengetahui buku-buku apa saja
yang ada dan diterbitkan disuatu negara,
Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan, Sebagai sarana promosi buku bagi
toko buku/penerbit. Bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan
mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan dari masa ke
masa.
2.7 Saran
Kami selaku kelompok
3 pembuat makalah menyadari bahwa
pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan itu semua karena keterbatasan
referensi yang kami miliki, kami
mengharapkan kritik dan saran dari teman – teman serta dosen pembimbing agar
kedepannya kami dalam pembuatan makalah bisa lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul
Rahman Saleh, Janti G Sujana. 2009. Pengantar Kepustakaan. Sagung Seto :
Jakarta.
Ibrahim
Bafadal. 2008. Perpustakaan sekolah. Bumi
Aksara Jakarta.
F, Rahayuningsih.
2007. Pengelolaan Perpustakaan. Graha Ilmu : Yogyakarta.
Lasa, HS. 2008. Manajemen
Perpustakaan. Gama Media : Yogyakarta.
Yahya,
Suhendar. 2010. Pedoman Katalogisasi : Cara Mudah Membuat Katalog
Perpustakaan. Kencana : Jakarta.
[1] Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta, 1991, Hlm
315
[3]
Yahya Suhendar, Pedoman Katalogisasi, Jakarta, 2010, Hlm 1
[4]
Pawit M Yusuf, Yahya Suhendar, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah,
Jakarta, 2010, Hlm 45-46
[5]
Abdul Rahman Saleh, Janti G Sujana, Pengantar Kepustakaan. Jakarta,
2009, Hlm 55
[10] Suharyandi, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Surakarta, 2002, Hlm 94-95
[11]
Lasa HS, Manajemen Perpustakaan, Yogyakarta, 2008, Hlm 253
Tidak ada komentar:
Posting Komentar